Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir



Tips Merawat Bayi yang Baru Lahir. Kehadiran dari seorang bayi di tengah-tengah keluarga tentunya merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri dari para orangtua manapun. Salah satu cara bersyukur atas anugerah dari-Nya adalah dengan sepenuh hati merawat dan membesarkan si buah hati.

Sahabat Mommy Baiti, memiliki bayi yang baru lahir tentu membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra untuk merawatnya. Sebagai orangtua, waktu berisitirahat pastinya akan berkurang karena bayi bisa saja terbangun secara tiba-tiba saja karena ingin minum susu, ngompol, pup, atau yang lainnya.

Hal yang perlu diketahui dari bayi yang baru lahir

Bagi orangtua harus mengetahui apa saja yang diinginkan oleh si buah hati, karena bayi hanya bisa menangis dan menangis saja. Sebagai orangtua harus memahami dari setiap tangisan bayinya.

Khususnya bagi pasangan yang baru memiliki bayi pertamanya, harus mengetahui apa saja fakta-fakta tentang bayi agar dapat merawatnya secara maksimal. Agar tidak keteteran dalam mengurus bayi, sebaiknya sebelum proses persalinan telah dipersiapkan apa saja kebutuhan ibu dan bayi.

Bayi mempunyai keunikan tersendiri, oleh karena itu diperlukan perhatian khusus agar orangtua sigap apa yang dibutuhkan oleh bayinya. Dalam merawat bayi yang baru lahir, hal yang perlu diketahui oleh para orangtua adalah sebagai berikut :

1. Durasi tidur bayi yang baru lahir selama 16 hingga 18 jam per hari

Bayi yang baru lahir mempunyai durasi waktu tidur yang panjang yaitu selama 16 hingga 18 jam dalam sehari. Dalam sekali tidur, bayi biasanya tertidur selama 1 sampai 2 jam, dan akumulasinya dalam sehari antara 16 hingga 18 jam.

Namun durasi tidur ini akan berubah saar bayi memasuki usia 6 bulan. Di usia ini bayi biasanya akan tidur selama 6 jam pada malam hari.

Untuk membuat bayi tidur lebih lama ketika malam hari, sekaligus juga agar orangtua bisa berisitirahat dengan cukup, usahakan agar bayi tidak sering terbangun di malam hari. Caranya adalah dengan mengajak atau membiarkan bayi beraktifitas di siang hari lebih lama. Sehingga dengan demikian pada malam harinya akan tertidur lebih lama.

2. Bayi menyusu setiap 1-2 jam sekali

Bayi menyampaikan keinginannya hanya dengan cara menangis. Sebagai orangtua sebaiknya tanggap ketika bayinya menangis. Dan ketika bayi lapar atau haus bayi akan menangis dengan kuat diiringi dengan berusaha menghisap tangan atau mengecap-ngecap seperti saat menyusu.

Tidak perlu memberi air susu pada bayi dengan jumlah banyak sekaligus, karena lambung bayi masih berukuran kecil. Sebaiknya beri air susu sedikit-sedikit saja namun sering. Dan biasanya bayi akan menyusu 1 - 2 jam pada saat baru lahir.

3. Mempunyai kulit yang sensitif

Perlu sahabat Mommy Baiti ketahui adalah kulit bayi yang baru lahir ini sangat sensitif. Jagalah selalu kebersihan kulit bayi untuk menghindari iritasi, terlebih penggunaan popok yang sering menimbulkan kemerahan pada kulit bayi.

Usahakan popok bayi dalam keadaan bersih dan kering, juga gunakan air bersih dan kapas saat membersihkan bokong bayi dan segera keringkan dengan handuk lembut.

Penggunaan tisu basah juga kadang dapat menimbulkan iritasi kemerahan pada kulit bayi. Pastikan tisu basah yang digunakan tidak mengandung alkohol.

4. Perawatan tali pusar bayi

Bayi yang baru lahir masih mempunyai tali pusar yang belum terputus yang perlu perlakuan dan perhatian khusus. Pastikan agar kulit di sekitar tali pusar tetap bersih dan kering. Jika tali pusar mengalami kemerahan dan berbau, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter.

5. Bayi baru lahir sering mengalami gumoh

Gumoh adalah keluarnya susu dari mulut bayi, yang tadinya di minum oleh bayi. Gumoh dapat terjadi karena fungsi katup antara esofagus dan lambung bayi belum sempurna, dan juga karena ukuran lambung bayi yang kecil bisa menjadi salah satu penyebab gumoh.

Nah, Anda dapat membantu bayi untuk mencegah terjadinya gumoh, yaitu dengan memposisikan bayi dalam posisi tegak selama 30 menit setelah ia selesai menyusu. Tidak jarang bayi yang setelah menyusu bersendawa dan jangan risau tentang hal tersebut.

6. Bayi perlu kehangatan

Tubuh bayi ini belum dapat mengatur suhu tubuhnya seperti layaknya orang dewasa atau anak-anak. Hal tersebut karena lemak pada bayi masih sedikit, adapun fungsi lemak itu sendiri adalah untuk menjaga agar tubuh tetap hangat.

Dan untuk menjaga tubuh bayi tetap hangat adalah dengan memakaikan pakaian, membedong, dan memakaikan topi pada bayi. Pastikan kondisi bayi tetap hangat, jangan kedinginan atau kepanasan.

7. Sering buang air besar

Setelah menyusu, tidak jarang kemudian bayi buang air besar. Bayi yang baru lahir biasanya akan sering buang air besar setelah menyusu, bisa sampai 6 hingga 10 kali dalam sehari. Namun setelah memasuki usia 3 sampai 6 minggu, frekuensinya akan semakin menurun dengan sendirinya.

Hal tersebut tidak masalah. Namun yang perlu diperhatikan adalah konsistensi kotorannya ketika buang air besar. Pada bayi yang baru lahir, kotorannya akan berwarna hitam kehijauan dan lengket yang disebut dengan mekonium. Dan saat bayi berusia 2 hingga 4 hari, warna kotorannya akan semakin muda dan tidak lengket.

Meskipun kotoran BAB bayi ini lembek namun itu bukanlah diare. Diare pada bayi tandanya adalah kotorannya akan menjadi lebih cair, dan warnanya akan berubah menjadi kuning, hijau atau coklat. Di samping itu jumlahnya pun jauh lebih banyak dari yang biasanya.

Tips Merawat Bayi 

Merawat bayi, meskipun capek dan kurang istirahat namun memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua. Lihatlah bayi yang sedang tertawa riang, yang dapat mengobati rasa capek dan lelah ayah dan ibu. Sedikit tips dalam merawat bayi yang baru lahir seperti di bawah ini :

1. Memandikan bayi
Sebelum tali pusar lepas dan area pusar kering sebaiknya jangan memandikan bayi dahulu. Membersihakn bayi cukup dengan menyeka tubuh menggunakan waslap.

Setelah tali pusat lepas, bayi dapat dimandikan dengan menggunakan sabun dan shampo yang khusus untuk bayi. Pastikan produk sabun dan shampo bayi ini sesuai dengan kondisi kulit bayi ya.

Peralatan lainnya untuk keperluan mandi si bayi adalah ember khusus mandi bayi dan juga siapkan handuk yang lembut untuk mengeringkan kulit bayi setelah mandi.

2. Perhatikan kebersihan dan keamanan bayi
Jagalah kebersihan ketika akan bersentuhan dengan bayi. Cuci tangan dengan sabun lebih dianjurkan detelah melakukan aktifitas sebelum menggendong bayi. Hal tersebut bertujuan untuk menghindarkan bayi dari kuman dan virus.

Menggendong bayi yang baru lahir haruslah berhati-hati, peganglah pada bagian kepala dan leher bayi. Hindari mengguncang-guncang tubuh bayi ketika menenangkan bayi dari tangisnya, karena hal in dapat menyebabkan pendarahan di otak.

3. Mengganti popok
Mengganti popok pada bayi yang baru lahir akan sering dilakukan, karena bayi dapat pipis dan bab hingga 10 kali dalam sehari. Bayi yang di beri susu formula akan lebih pipis dan pup dibandingkan dengan bayi yang hanya di beri ASI saja.

4. Memberi susu
Karena kapasitas perut bayi masih kecil, susuilah bayi sedikit-sedikit saja namun sering. Hindari memberikan susu yang banyak sekaligus.

Silahkan baca juga artikel :

Nah sahabat Mommy Baiti, dengan mengetahui karakteristik bayi yang baru lahir maka diharapkan sebagai orangtua kita dapat merawat bayi dengan sebaik mungkin. Percayalah, rasa capek dan lelah akan terbayar dengan melihat bayi kita tumbuh dengan sehat dan ceria.