Sudah Siapkah Untuk Menjalani New Normal?

Halo moms, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan bahagia dimanapun berada ya moms. Apalagi pada situasi dan kondisi saat ini yang mana pandemi virus corona masih membelenggu gerak dan aktifitas kita.

Kemunculan virus ini membawa dampak yang besar di dalam kehidupan kita mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial dan lainnya. Sudah banyak saudara-saudara kita yang positif terinfeksi virus corona ini yang menyebabkan tenaga medis harus berkerja ekstra. Salam hormat untuk tenaga medis atas segala pengabdian dan perjuangannya.

Juga dalam segi sosial yang mengharuskan kita untuk saling menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Untuk hal ini menjadikan Mommy Baiti mendapatkan pengalaman baru yang mana dalam menjalani ibadah bulan ramadhan dan juga idul fitri di rumah saja. Mulai dari tarawih, sholat idul fitri, dan juga tidak mudik. Untuk silaturahmi tetap terjaga meskipun tidak bisa berjabat tangan, yaitu dengan memanfaatkan teknlogi video conference.

Akhir-akhir ini sering kita mendengar istilah new normal yang sedang ramai diperbincangkan. Apa sebenarnya new normal ini? Bagaimana menjalani kehidupan saat new normal?

New Normal


New normal atau normal baru bisa diterjemahkan menjalani kehidupan dengan kebiasaan baru semasa atau setelah pandemi virus corona ini. Tentunya kita sangat merindukan kondisi dimana sebelum Covid-19 ini melanda di muka bumi ya moms.



Namun kita tidak bisa kembali pada kehidupan seperti saat sebelum pandemi virus corona, karena dengan adanya pandemi tersebut mengharuskan kita menjalani kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Oleh karena itu kondisi yang demikian disebut sebagai new normal.

Kebiasaan baru yang dimaksud adalah seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan menjauhi kerumunan.

Dengan diberlakukannya new normal maka tidak ada lagi pembatasan-pembatasan yang selama ini dilakukan, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya saja pasar atau mall yang selama ini tutup sudah bisa di buka lagi, tempat ibadah bisa menyelenggarakan aktifitas keagamaan, sektor pariwisata juga dibuka dan kegiatan belajar mengajar juga dilakukan sekolah.


Protokol Kesehatan Covid-19


Adapun pemberlakuan new normal tidak berarti otomatis kita bisa beraktifitas bebas seperti sebelum-sebelumnya karena ada protokol kesehatan Covid-19 yang mengaturnya sehingga penularan virus corona tetap bisa dikendalikan.

Protokol kesehatan Covid-19 ini yang menuntun kita untuk tetap sehat dan terhindar dari ancaman penularan virus corona meskipun kita beraktifitas di tempat ibadah, mall, pasar maupun berwisata. Protokol Kesehatan Covid-19 ini selama ini juga sudah biasa dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah yaitu :

1. Rajin cuci tangan

Himbuan yang terus diserukan adalah rajin cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Sekarang ini cukup mudah kita jumpai sarana cuci tangan di tempat umum. Selain sabun juga dapat menggunakan hand sanitizer yang bisa kita bawa kemana-mana. Untuk membersihkan tangan mencakup bagian punggung tangan, bagi telapak, sela-sela jari dan kuku.



2. Meminimalisir menyentuh wajah

Saat beraktifitas kadang tanpa kita sadari tangan kita menjadi kotor yang kadang juga secara refleks kita bisa menyentuh area wajah meliputi mata, hidung, mulut dan telinga. Kondisi yang seperti ini dimungkinkan untuk terjadinya penularan virus corona.

Oleh karena itu meskipun kita sudah rajin mencuci tangan namun sebaiknya juga tetap meminimalisir menyentuh wajah.

3. Menggunakan masker

Untuk beraktifitas di luar rumah sangat dianjurkan untuk selalu menggunakan masker. Tidak perlu masker medis ya moms, karena kita bisa menggunakan masker kain yang bisa di cuci. Terlebih sekarang terdapat banyak masker dengan model bervariasi hingga yang bermotif lucu. Jika dirasa masker tersebut terlalu tipis bisa dengan menambahkan tisu. Namun juga jangan terlalu tebal yan moms karena bisa menyebabkan susah bernafas.

Dengan menggunakan masker bisa menyaring udara yang kita hirup menjadi bersih. Selain itu juga untuk menghindari adanya percikan/droplet saat berkomunikasi atau saat bersin.

4. Menjaga jarak

Untuk suatu kondisi yang mana mengharuskan kita berada di tempat umum atau berkomunikasi dengan orang lain maka harus mengambil jarak minimal satu meter dengan orang lain.

Terkait dengan jaga jarak atau Physical distancing ini juga dianjurkan untuk tidak menciptakan atau mendatangi kerumunan dan juga meminimalisir untuk bertemu/kontak fisik dengan orang lain.

5. Peduli kesehatan

Untuk menangkal infeksi virus corona, ada baiknya kita memperkuat imun tubuh agar kekebalan tubuh semakin meningkat. Mulai dari diri sendiri untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan yang bergizi, serta berjemur matahari di pagi hari.

Jika kondisi tubuh sedang drop atau merasakan gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau sesak napas sebaiknya jangan beraktifitas di luar rumah terlebih dahulu. Berdiam diri di rumah akan lebih bijak hingga kondisi tubuh mulai normal kembali.



Penerapan New Normal


Negara-negara di dunia termasuk juga Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menyambut fase new normal. Dengan penerapan new normal apakah pertanda pandemi virus corona telah berakhir?

Belum ya moms, new normal ini adalah untuk keperluan melanjutkan hidup di berbagai sektor dalam masa pandemi ini. Untuk itu harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. New normal juga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin dan mengikuti persyaratan-persyaratan untuk bisa menerapkan new normal pada masing-masing daerah.

"Saya minta protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru yang sudah disiapkan oleh Kemenkes ini disosialisasikan secara masif kepada masyarakat," kata Jokowi saat memimpin rapat kabinet terbatas lewat video conference.

Bapak Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia harus tetap bisa produktif namun juga tetap aman dari ancaman bahaya wabah penyakit infeksi pernapasan Covid-19. Inilah pentingnya kepedulian dan kedisiplinan dari semua lapisan masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan saat memasuki new normal ditengah pandemi ini.

Daerah-daerah di Indonesia yang menjalankan new normal setidaknya grafik penularan virus ini menunjukkan grafik penurunan atau bahkan nol pasien positif baru. Selain itu juga tingkat kedisiplinan warga masyarakatnya harus tinggi.

Kita semua pasti yakin bisa menang melawan pandemi virus corona ini hingga dunia kembali sehat dan kita bisa menjalani kehidupan dengan baik untuk masa depan yang lebih cerah. Nah moms, sudah siapkah kita untuk menjalani new normal?
Comment Policy: Silahkan tinggalkan komentar yang sesuai dengan topik pada postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan aktif tidak akan ditampilkan.
Buka Komentar