Inilah Penyebab Kolesterol Tinggi dan Cara Mengatasinya




Inilah penyebab kolesterol tinggi yang harus dipahami. Karena harta yang paling berharga di dunia ini adalah nikmat sehat. Dengan tubuh yang sehat dan bugar maka akan mudah untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Sehat itu murah, sedangkan sakit itu mahal.

Jika sehat itu mahal, maka orang-orang akan enggan menjadi sehat karena faktor biaya. Inilah yang terkadang menjadi salah dalam pandangan kita.

Misalnya saja dengan berjalan kaki di pagi hari yang bisa dikatakan tanpa modal saja bisa menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar. Berbeda halnya jika ke dokter untuk periksa sakit batuk saja harus merogoh rupiah untuk biayanya.

Salah satu jenis penyakit yang wajib diwaspadai adalah kolesterol. Kolesterol dapat mengincar siapa saja dan usia berapa saja, tanpa pandang bulu.

Apa Yang Dimaksud Kolesterol Tinggi Itu?


Kolesterol adalah senyawa lemak warna putih yang seperti lilin yang dihasilkan dan didapatkan secara alami oleh organ hati dan sebagian lainnya biasa didapatkan dari makanan.

Kolesterol pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk membantu membangun dinding-dnding sel baru dalam tubuh agar bisa tetap berfungsi secara normal.Silahkan baca juga penyebab penyakit asam urat yang harus diketahui.

Kolesterol tinggi atau biasa di sebut juga hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana tingkat kolesterol dalam darah yang telah melewati batasan normal. Batasan kolesterol normal tubuh adalah 160 – 200 mg.


Tingginya kadar kolesterol pada tubuh ini bisa disebabkan karena pola konsumsi makanan yang sering diabaikan. Misalnya saja mengkonsumsi jeroan, hati, gorengan. Apakah mengkonsumsinya itu dilarang dengan alasan kesehatan?

Bukan berarti dilarang, namun janganlah berlebihan. Apalagi makanan-makanan tersebut jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berdampak pada tingginya kadar kolesterol pada tubuh. Pada kondisi kolesterol tinggi sangat rentan dengan penyakit lainnya seperti stroke dan serangan jantung akibat banyaknya pengendapan kolesatrol pada pembuluh darah.

Fungsi Kolesterol Dalam Tubuh


Kadar kolesterol dalam darah bisa diketahui dengan melakukan tes darah dan sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala untuk menjaga agar kolesterol tetap dalam batasan normal. Waspadai jika Anda kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Pada darah kita mengenal yang namanya lipoprotein, yaitu penggabungan antara kolesterol dan protein. Dan berdasarkan tingkat kepadatannya, lipoprotein ini di bagi menjadi di bagi menjadi dua yaitu kolesterol baik atau HDL (lipoprotein dengan kepadatan tinggi) dan kolesterol jahat atau LDL (lipoprotein dengan kepadatan rendah).

Tugas dari LDL adalah untuk mengangkut kolesterol dari organ hati menuju ke sel-sel yang membutuhkannya. Namun jika dalam melakukan tugasnya ini terdapat jumlah kolesterol yang melebihi dari yang dibutuhkan, maka kolesterol tersebut akan mengendap pada dinding-dinding arteri dan berakibat menyebabkan penyakit.

Sedangkan fungsi dari HDL adalah kebalikan dari fungsi LDL yaitu bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati. Dan di dalam organ hati, kolesterol akan diproses untuk dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.

Faktor Penyebab Kolesterol Tinggi


Banyak faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, salah satunya adalah perilaku gaya hidup dan jenis makanan yang sering di konsumsi. Berikut ini adalah beberapa hal yang dikategorikan sebagai gaya hidup tidak sehat yang berisiko tinggi memicu peningkatan kadar kolesterol jahat pada darah, yaitu :

1. Kurang berolahraga

Kadang kita merasa sangat malas sekali untuk berolahraga, apalagi yang aktifitas keseharian yang padat. Namun kurangnya berolahraga dapat memicu untuk meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.

Tidak perlu melakukan olahraga-olahraga yang berat, rutin melakukan olahraga ringan sudah bagus untuk kesehatan tubuh, misalnya jogging atau jalan kaki di pagi hari.

2. Konsumsi makanan yang tidak sehat

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari sangat berpegaruh terhadap kondisi kolesterol dalam darah. Adapaun faktor yang mempengaruhinya adalah tingkat kadar lemak jenuh yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi tersebut.

3. Merokok dan Mengkonsumsi minuman keras

Merokok dan mengkonsumsi minuman keras juga bisa berdampak buruk pada kondisi kolesterol. Pada rokok terdapat zat kimia yang disebut dengan akrolein yang dapat menghentikan fungsi dari HDL dalam hal mengangkut timbunan lemak menuju ke hati untuk di proses selanjutnya.

4. Obesitas

Obesitas atau penderita kelebihan berat badan juga bisa mengakibatkan kolesterol tinggi, meskipun tidak berlaku untuk semua orang. Ukuran obesitas untuk orang Asia adalah orang yang memiliki indeks massa tubuh melebihi 25 kg/m2.

Selain obesitas, faktor rawan lainnya yang mempengaruhi kolesterol tinggi adalah lingkar pinggang. Untuk ukuran pinggang yang patut diwaspadai adalah ketika sudah melebihi 90 cm bagi laki-laki dan 80 cm untuk perempuan.

Jika seseorang mengalami obesitas dan lingkar pinggang yang berlebih, maka dia cenderung memiliki kadar kolesterol jahat dan kadar trigliserida yang lebih tinggi serta kadar kolesterol baik yang lebih rendah. Baca juga Manfaat puasa untuk kesehatan Tubuh

Trigliserida sendiri adalah jenis lain dari zat lemak yang terdapat pada darah. Adapun penyebab naiknya kadar trigliserida dalam tubuh seseorang adalah bermacam-macam, misalnya faktor genetik, sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau lemak tinggi, obesitas, dan terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

Faktor Lain Penyebab Kolesterol Tinggi

Selain faktor-faktor di atas masih ada faktor lain yang bisa mengakibatkan tingginya kadar kolestrol dalam darah. Seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit hati, penyakit ginjal, dan kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Mengobati kondisi-kondisi mendasar tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Silahkan baca juga Inilah makanan dan buah-buahan penurun kolesterol tinggi.

Faktor berikutnya adalah faktor keturunan atau faktor genetic. Faktor ini kita tidak dapat memilih karena kita tidak bisa memilih siapa ayah dan ibu kita. Perlu diketahui bahwa kolesterol tinggi ini bisa dialami secara turun temurun dalam sebuah keluarga yang di sebut dengan Familial hypercholesterolaemia.

Seseorang yang berada dalam kondisi ini, biasanya tidak bisa menghilangkan kelebihan kolesterol dalam darahnya dengan sempurna. Kadar kolesterol penderita kondisi ini tetap tinggi meski telah mengkonsumsi makanan-makanan sehat. Oleh karena sebaiknya melakukan pengecekan kadar kolesterol sejak usia anak-anak.

Demikian juga dengan faktor usia dan jenis kelamin juga berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam darah. Resiko terhadap kolesterol tinggi bisa terdapat pada pria yang berusia di atas 45 tahun, sedangkan pada wanita yang telah berusia di atas 55 tahun.

Karena seiring dengan bertambahnya usia, maka risiko untuk terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis juga semakin meningkat. Dan bagi wanita yang telah memasuki masa menopause, maka kadar LDL wanita juga akan meningkat sehingga harus berhati-hati dan waspada.

Dampak kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh karena ketika kolesterol dalam darah berlebihan maka akan mengendap pada dinding arteri. Akibat dari pengendapan ini adalah terhambatnya aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Jika sudah demikian maka akan terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis yang mengakibatkan penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan, stroke, dan serangan jantung.

Dampak lainnya adalah rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika beraktifitas fiisik yang berat atau banyak pikiran. Silahkan baca juga manfaat kopi untuk kesehatan.

Cara mencegah atau menurunkan kadar kolesterol

Berolahraga secara rutin dan teratur serta mengkonsumsi jenis makanan sehat dan kaya gizi adalah merupakan langkah bijak yang bisa ditempuh dalam rangka mencegah atau menurunkan kadar kolesterol darah.

Stop merokok dan perbanyak konsumsi buah-buahan, biji-bijian utuh (misal yang terdapat pada roti gandum utuh), serta sayur-sayuran Yang dapat dilakukan untuk menjaga kolesterol tetap stabil adalah faktor gaya hidup kita sendiri, sedangkan kita tidak bisa merubah apapun yang terkait karena faktor genetik atau faktor keturunan.

Namun tidak ada salahnya jika kita tetap optimis untuk selalu bisa menerapkan pola hidup sehat untuk generasi selanjutnya yang semakin sehat. Dan jangan lupa untuk melakukan pengecekan keadaan kolesterol dalam darah secara rutin. Semoga bermanfaat, salam sehat.